Penandatanganan Kerjasama PT CMU dengan Direct Nickel Holdings UK Ltd. untuk penyusunan DFS Proyek Smelter Nickel-Cobalt

Jakarta, 11 Desember 2019.

 Penyedia teknologi Hydrometalurgy kelas dunia dari Australia, Direct Nickel Holdings UK Ltd. untuk pemrosesan mineral nikel kadar rendah, telah melakukan penandatanganan kerjasama penyusunan Feasibility Study (Studi Kelayakan Bisnis) untuk proyek Smelter Nickel-Cobalt PT CMU.

Penandatanganan kerjasama dilakukan di Jakarta pada Medio November 2019. Direct Nickel Holdings UK Ltd. yang diwakili oleh Mr. Christopher Gower selaku CEO Direct Nickel Holdings UK Ltd., Australia yang didampingi Mr. Orestes Trifilio selaku COO Direct Nickel Holdings UK Ltd., Australia dengan T. Haykal selaku CEO PT CMU Group.  Penandatanganan kerjasama kedua belah ini dimaksudkan untuk melaksanakan kerjasama penyediaan teknologi Hydrometalurgy dimana teknologi yang dimiliki oleh Direct Nickel dapat memproses dan mengadopsi nikel kadar rendah menjadi mineral logam nikel berkadar tinggi.

Proyek yang diinisiasi oleh PT CMU ini akan memproduksi Nickel-Cobalt sebanyak 20.000 MT ton Nickel-Cobalt per tahun dengan kapasitas input bahan baku (nickel ore raw material) sebanyak 2.000.000 WMT per tahun. Penandatanganan kerjasama tahap awal adalah melakukan uji kerja (test work) dari bijih nikel yang akan diolah di Smelter PT CMU dan bahan uji kerja diambil dari lokasi IUP Nikel konsorsium PT CMU Group di Kab. Kolaka Utara dan Kab. Konawe Utara. Tahap berikutnya kerjasama kedua belah pihak yang disepakati adalah penyusunan DFS Proyek Smelter Nickel-Cobalt yang mampu memproduksi logam Nickel (Ni), Cobalt (Co), Magnesium Oksida (MgO) dan Scandium (Sc). Direct Nickel telah menunjuk PT HATCH Indonesia selaku EPC Consultant untuk proyek ini.

Anggaran investasi  dari proyek ini diperkirakan akan mencapai biaya modal sebesar 1 Billion USD. Rencana pembangunan smelter Nickel-Cobalt PT CMU ini akan menjadi investasi yang terbesar untuk proyek pengolahan dan pemurnian mineral logam Nikel di Indonesia. Rencana bisnis PT CMU kedepannya dengan memproduksi Nickel-Cobalt ini dimaksudkan untuk menyerap dan memaksimalkan nikel kadar rendah yang selama ini tidak dimanfaatkan pada proses pengolahan dan pemurnian nikel yang menggunakan teknologi RKEF (Rotary Kiln Electric Furnace) yang menghasilkan Ferro-Nickel. Sementara Cadangan bahan baku Ore Nikel di Indonesia sebanyak 60% adalah berkadar rendah.

Direct Nickel Pty., Ltd. sendiri merupakan perusahaan yang telah mengembangkan proses revolusioner, dalam hal ekstraksi nikel dari deposit nikel laterit, dengan besaran modal dan efisiensi biaya operasi yang tidak terkalahkan, serta keuntungan dari sisi aspek lingkungan hidup jika dibandingkan operasi yang sudah ada.

Pengolahan nikel laterit yang dilakukan dengan teknologi “DNi Process” diyakini menjadi proses yang pertama kali dapat mengolah bijih limonit dan saprolit secara efisien dalam beragam proporsi yang berasal dari deposit nikel laterit dengan menggunakan flow sheet yang sama.

Proses ini diyakini akan menempatkan Direct Nickel dan mitranya sebagai produsen nikel dengan biaya tunai nikel terendah di industri nikel global. Direct Nickel, melalui entitas anak perusahaannya di Indonesia, PT Direct Nickel Indonesia, berfokus pada pembangunan pabrik komersial pertama dengan menggunakan Proses DNi di Indonesia.

Di Indonesia, Direct Nickel menargetkan produksi yang terus meningkat seiring waktu, untuk menciptakan salah satu fasilitas produksi nikel terbesar di dunia. Diakui bahwa kerjasama dengan PT CMU, merupakan kunci terhadap strategi tersebut. Dan nikel merupakan logam yang strategis dan bersifat vital dalam baja nirkarat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Content Protective
Scroll to Top