PROYEK SMELTER NIKEL

Proyek Smelter Ferronikel

Memproduksi FeNi berkapasitas 180.000 ton per tahun pada Tahap I

PT CELEBESSI METALINDO UTAMA berencana membangun lini produksi FeNi di Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. Pada Tahap ke-1 proyek, akan terbangun tungku 2 × 48000kVA dan fasilitas pendukung publik lainnya dengan hasil tahunan 160.000 hingga 180.000 ton akan dibangun menggunakan proses RKEF untuk menghasilkan paduan FeNi dengan kandungan nikel sekitar 12%.

Pada Tahap ke-2 proyek, akan dibangun tambahan tungku 2 × 48000kVA. Jadi total dalam kurun waktu tidak lebih dari 5 tahun kedepan sesuai dengan rencana bisnis Perseroan akan memproduksi FeNi sebesar 320.000 hingga 360.000 ton per tahun.

Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Mineral Logam Nikel berkapasitas produksi 100.000 Fe-Ni tpa

Propinsi Sulawesi Tenggara memiliki sumber daya bijih nikel yang signifikan. Namun, sumber daya belum memberikan manfaat ekonomi yang optimal apabila bahan tersebut dijual dalam bentuk bahan baku mentah (raw material). Cadangan dan Sumber Daya Nikel khususnya di Propinsi Sulawesi Tenggara cadangan 97.401.593.025 MT Nikel (Dinas ESDM Provinsi SULTRA, 2013) yang mampu memenuhi kebutuhan Industri Pengolahan dan Pemurnian Nikel khususnya di wilayah operasi Kabupaten Kolaka Utara.

Jumlah sumber daya nikel di wilayah Propinsi Sulawesi Tenggara, terutama di Kabupaten Kolaka Utara, menarik perhatian PT. Celebessi Metalindo Utama untuk membangun pabrik peleburan di Kabupaten Kolaka Utara. Tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai tambah bijih nikel laterit yang telah dijual sebagai bahan baku mentah. Bijih nikel laterit biasanya ditemukan di daerah tropis atau sub-tropis yang mengandung batuan ultramafik berkadar Fe dan Mg tinggi. Deposit biasanya menunjukkan lapisan yang berbeda karena kondisi cuaca. Lapisan pertama adalah lapisan kaya silika dan lapisan kedua didominasi oleh limonit, goetit [FeO (OH)] dan hematit (Fe2O3). Lapisan ketiga adalah saprolit [(Ni, Mg) SiO3.nH2O)] yang kaya akan unsur magnesium dan basal sedangkan. Lapisan keempat adalah batuan dasar yang lapuk dan tidak terawat. Lapisan kaya Mg atau dikenal sebagai saprolit – [Mg3Si2O5 (OH)] terjadi antara saprolit dan limonit. Lapisan seperti itu mengandung 10-20% Mg.

Sejalan dengan kebijakan nasional yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara dan diatur oleh Peraturan Menteri ESDM No. 8 Tahun 2015 yang mewajibkan semua pemegang izin penambangan untuk memproses dan memurnikan produk pertambangan di dalam negeri. PT. Celebessi Metalindo Utama berencana untuk membangun pabrik pengolahan dan pemurnian ferronikel (Fe-Ni) di Kabupaten Kolaka Utara di mana bijih laterit tersedia di kabupaten tersebut. Pembangunan pabrik merupakan tanggapan dari PT. Celebessi Metalindo Utama dengan kebijakan pemerintah tersebut diatas.

PT Celebessi Metalindo Utama akan membangun Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Mineral Logam Nikel diatas lahan yang ditunjuk pemerintah Kabupaten Kolaka Utara sesuai dengan RTRW pemerintah setempat yang berlokasi di Kecamatan Pakue Utara dan di sebagian Kecamatan Batuputih seluas 1.118 Ha.

Teknologi yang akan dikembangkan untuk membangun Smelter Ferronikel berkapasitas produksi 100.000 ton FeNi per tahun berteknologi RKEF (Rotary Kiln Electric Furnace) pada tahap pertama.

Memproses nikel laterit menjadi ferronikel bertujuan untuk memisahkan mineral berharga dari kotorannya untuk mendapatkan konsentrat bernilai tinggi dan tailing yang tidak berharga. Metode yang digunakan oleh PT. Celebessi Metalindo Utama akan menjadi metode peleburan untuk menghasilkan ferronikel yang mengandung kadar Ni 12-14%.

Saat ini PT Celebessi Metalindo Utama sedang melakukan kajian Studi Kelayakan (Feasibility Study) untuk rencana pembangunan smelter Ferronikel. Untuk proyek ini, PT Celebessi Metalindo Utama bekerjasama dengan investor dari China dan sudah dilakukan penandatanganan kerjasama kedua belah pihak.

PT. Celebessi Metalindo Utama akan bekerjasama dengan pengusaha lokal di Kabupaten Kolaka Utara dalam melaksanakan proyek ini. Tujuannya adalah untuk mentransfer teknologi (alih daya) di sektor pertambangan, membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat, mengikuti prosedur standar untuk mengendalikan dan mengelola lingkungan di sekitar wilayah operasi produksi tambang, sehingga kehadiran PT. Celebessi Metalindo Utama akan menguntungkan dan memberi manfaat tidak hanya untuk perusahaan, tetapi juga untuk masyarakat di wilayah Kabupaten Kolaka Utara dan sekitarnya.

Spesifikasi Produk Ferronickel

12% - 14% Min

Ni

2.0% Min

Cr

0 % Max
C

4.0% Max

Si

0 % Min
Mn
0 % Max
P

0.30% Max

S

0.10% Max

S

0 % Max
Pb

By Difference

Fe

*) Rencana Komposisi Output Produk, berdasarkan test work yang dilakukan oleh Pabrikan Mesin.

Proyek Smelter Nikel-Kobalt

Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bijih Nikel berkapasitas 20.000 Nikel-Kobalt tpa

PT Celebessi Metalindo Utama telah melakukan kerja uji (test work) di Australia bersama vendor teknologi Hidrometalurgi kelas dunia untuk pemanfaatan nikel kadar rendah menjadi Nikel-Kobalt. Rencana produksi dengan menggunakan teknologi hidrometalurgi ini akan menjadi perusahaan smelter nikel pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi pengolahan dan pemurnian yang mengolah Bijih Nikel berkadar rendah dengan kapasitas produksi 20.000 ton per tahun Nikel-Kobalt dan produk transisi lainnya seperti Scandium dan Magnesium.

Lateritic Nickel Ore adalah salah satu mineral logam terbesar dalam pembuatan baterai listrik. Lithium-ion battery ibarat jantung dari revolusi era kendaraan (mobil) listrik. Nantinya proses pengolahan dan pemurnian yang dikembangkan melalui teknologi hidrometalurgi ini akan menyerap nikel berkadar rendah yang selama ini tidak diperhatikan pemanfaataannya oleh para penambang nikel pada umumnya.

Pembuatan baterai lithium untuk kendaraan (mobil) listrik dengan menggunakan proses teknologi HPAL (High Pressure Acid Leaching) ini dapat diterapkan secara ekonomis untuk mengolah nikel kadar rendah menjadi baterai kendaraan listrik.

Direct Nickel Technologies Pty Ltd (“DNi”), Australia telah mengembangkan teknologi hidrometalurgi eksklusif yang menggunakan asam nitrat untuk memulihkan nikel, kobalt dan produk lainnya dari bijih laterit nikel.

DNi melakukan program Pilot Plant selama periode 11 bulan pada 2019, yang memungkinkan beberapa kombinasi bijih limonit dan saprolit diuji. Program Pabrik Percontohan memberikan data teknik yang digunakan untuk menyediakan desain teknik yang mendasari estimasi biaya tingkat pelingkupan, diselesaikan pada tahun 2020 oleh DNi. Penyelesaian Direct Nickel Limited (DNi) dari Program Demonstrasi Produksi Nikel yang sukses adalah langkah utama dalam strategi Perusahaan untuk menjadi produsen nikel global terkemuka.

Selama 2019-2020, DNi membangun dan mengoperasikan Test Plant 1 ton per hari di Pusat Penelitian Mineral Australia CSIRO di Waterford, Australia Barat. Hasil yang berhasil dari Program 2020 terkandung dalam ringkasan laporan yang tertuang dalam website perusahaan DNi.
Secara signifikan, penyelesaian program menempatkan DNi untuk Pabrik Komersial pertamanya dan mendukung tujuannya untuk menjadi produsen nikel global terkemuka, menggunakan Proses DNi yang dipatenkan untuk mengakses dan memproses sumber daya laterit ore nikel.

Untuk proyek ini, PT Celebessi Metalindo Utama ini bekerjasama dengan Direct Nickel Technologies Pty Ltd (“DNi”), Australia. Penandatangann kerjasama penyediaan teknologi Hidrometalurgi (Leaching) ini telah ditandatangani oleh kedua belah pihak pada Medio November 2019 di Jakarta.

Saat ini progress proyek kedua belah pihak sedang menyelesaikan BFS (Bankable Feasibility Study). Kontraktor EPC (Engineering, Procurement and Construction) yang ditunjuk untuk melaksanakan proyek ini adalah PT Hatch Indonesia. Hatch adalah perusahaan konsultasi manajemen, rekayasa engineering dan pengembangan multidisiplin global asal Australia.

Spesifikasi Produk Nickel-Cobalt

MHP Test Plant

0 %
Ni
0 %
Co
0 %
Fe
0 %
Mg
0 %
Ai
0 %
Mn
0 %
Zn
0 %
NO3
0 %
LOI

Refiners Target

0 %
Ni

2.0%

Cr

0 %
Fe
< 0 %
Mg
0 %
Ai

<1.0%

mn

0 %
Zn
< 0 %
NO3

n/a

LOI

*) Rencana Komposisi Output Produk, berdasarkan test work yang dilakukan oleh Pabrikan Mesin.

Spesifikasi Produk Bijih Nikel

1.76% - 1.82%

Ni

0 %
Co

12.50%

Fe

0 %
MgO
< 0 %
P
0 %
S
0 %
SiO2
0 %
TiO2
0 %
AI203
0 %
CaO
0 %
Cr203
0 %
Fe203
0 %
MC
Content Protective
Scroll to Top