PASIR ZIRKON

Tambang Pasir Zirkon

Zirkon atau zirconium silikat (ZrSiO4) atau yang biasa disebut sebagai pasir zirkon merupakan mineral zirconium yang paling banyak di bumi. Zircon ditemukan dalam bentuk mineral aksesori pada batuan baku hasil pembekuan magma yang kaya akan silika seperti granit, pegmatit, dan nepheline syenite. Batuan sedimen juga mengandung zircon namun dalam jumlah kecil. Zircon ditemukan terkonsentrasi dengan mineral berat lainnya seperti ilmenit, rutile, monazite, leucoxene, dan garnet pada pasir sungai dan pantai dengan kandungan utama besi dan titanium. Zircon memiliki titik lebur sekitar 2550 °C[1].

Zircon juga merupakan mineral yang bersifat tahan korosi dan kestabilan pada temperatur tinggi yang baik. Zircon tidak larut dalam air namun larut dalam larutan asam serta dapat mengendap pada larutan basa. Pada umumnya warna dari zircon bervariasi dari putih bening, kuning, kehijauan, coklat kemerahan, kuning kecoklatan, hingga gelap. Sistem kristalnya dapat berupa monoklinik, heksagonal, tetragonal dan dipiramid. Berat jenis dari zircon 4.6 – 5.8[2].

Berdasarkan analisis menggunakan fluoresensi sinar-X (XRF) hasil proses pemisahan menggunakan meja goyang dengan bahan baku pasir zircon yang dilakukan oleh Sajima dkk pada tahun 2012, didapat bahwa kandungan dari pasir zircon antara lain:

  • ZrO2
  • TiO2
  • SiO2
  • Fe2O3
  • P2O3
  • SnO
  • Al2O3
  • CuO
  • Cr2O3
  • NbO2
Kadar dari masing-masing penyusun pasir zircon tersebut berbeda-beda di setiap tempat karena dipengaruhi oleh proses kejadian awalnya (genesa mineral zircon), di mana kadar zircon sendiri tergantung dari sifat mineral lainnya dalam pasir zircon tersebut[3]. 
(sumber : wikipedia = zirkon)

Lokasi tambang pasir Zirkon kami ada di Kalimantan Barat.

Content Protective
Scroll to Top