PLN DUKUNG PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK SMELTER NIKEL CELEBESSI DAN KONSUMEN TEGANGAN TINGGI (KTT) INDUSTRI SMELTER LAINNYA

Pada tanggal 05 April 2022, PT Celebessi Metalindo Utama (“CELEBESSI”) telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) dengan PT PLN (Persero) di Kantor Pusat PT PLN (Persero) Jakarta.

Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh CEO Celebessi, TMI Haykal dengan General Manager Unit Induk Wilayah (UIW) SULSELRABAR Awaluddin Hafid. Acara tersebut disaksikan oleh Jajaran Direksi Celebessi dan Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PT PLN (Persero) Adi Prayitno, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) Bob Saril serta Jajaran Pejabat PT PLN (Persero) Pusat Jakarta.

Penandatanganan MoU ini sebagai langkah awal Sinergitas Celebessi dengan PT PLN (Persero) dan Dukungan PT PLN (Persero) dalam penyediaan Tenaga Listrik bagi Pengembangan dan Pembangunan Smelter dan Kawasan Industri Celebessi. Untuk selanjutnya akan segera dilakukan Penandatanganan SPJBTL (Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik) antara Kedua Belah Pihak.

Commercial Operation Date (COD) Smelter dan Kawasan Industri Celebessi ini direncanakan pada Akhir Tahun 2024. Pembangunan Tahap I RKEF Line 4x42000kVA Celebessi ini diharapkan tepat waktu mulai dari delivery mesin, instalasi dan produksi perdana.

PLN mendukung Industri Smelter di Sulawesi dan menjamin Pasokan Listrik Terpenuhi. Pada acara tersebut melalui sambutannya, PT PLN (Persero) memastikan akan memenuhi seluruh kebutuhan listrik bagi industri pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) di Sulawesi. Komitmen PLN tersebut kembali disampaikan dalam acara Penandatanganan MoU Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) bahwa industri smelter merupakan hilirisasi nikel yang membutuhkan energi listrik yang besar dan PLN siap memenuhinya.

Kerjasama antara PLN dan Celebessi ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan mendorong roda perekonomian nasional, khususnya di Sulawesi. PLN juga memastikan bahwa pasokan listrik memadai di Sulawesi Tenggara, nantinya bisa memberikan dampak serta kesejahteraan bagi masyarakat di Sulawesi Tenggara.

PLN juga memastikan bahwa sistem kelistrikan Sulawesi memiliki pasokan listrik yang memadai dan ramah lingkungan melalui program Renewable Energy Certificate (REC). SERTIFIKAT ENERGI TERBARUKAN (“REC”) adalah Suatu sertifikat yang membuktikan bahwa produksi Tenaga Listrik per megawatt-hours (MWs) berasal dari Pembangkit Listrik, sertifikat yang mana mewakili produksi energi 1 MWs.

Sistem kelistrikan di Sulawesi PLN saat ini mempunyai daya mampu sebesar 2.365 MW, dengan cadangan daya 602 MW. Komposisi pasokan daya tersebut 20,34% dipasok dari pembangkit energi terbarukan.

Sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021–2030, PLN akan menambah kapasitas pembangkit sebesar 3.698 MW, dimana 58% merupakan EBT. Selain itu, untuk meyalurkan daya listrik tersebut PLN juga akan membangun 7.052 kilo meter sirkuit (kms) Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dengan 4.702 MVA Gardu Induk yang tersebar di seluruh Sulawesi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Content Protective
Scroll to Top